sofamerah

Archive for August, 2009|Monthly archive page

Apa yang kan kau lakukan…

In Uncategorized on 28 August 2009 at 8:44 am

“Aku mencintaimu”

Kalimat sakti itu mengalir dari bibirnya
Terpaku aku …

Tatap bola matanya yang dalam dan terasa begitu luas
Bahkan lebih luas dari Samudra bumi ini
Tak berani ku selami
Hanya berdiri di tepian nya

Tanyaku …

Bila kau melihatku tersenyum, apa yang akan kau lakukan ?
“Aku pun ikut tersenyum bersamamu”

Meski kau tak tahu sebab senyumku itu ?
“Kau tersenyum karena suasana hatimu sedang baik, untuk apa aku bertanya kenapa kau tersenyum. Cukup bagiku tahu bahwa kau baik-baik saja”

Bila kau lihat aku dalam amarah, apa yang akan kau lakukan ?
“Aku berikan kau sejuk senyumanku, sirami hatimu yang gerah.”

Meski kau tak tahu sebab amarahku itu ?
“Bila kau amarah, aku tak kan amarah. Kusejukkan amarahmu dengan senyumanku. Agar suasana hatimu kembali menjadi baik.”

Bila kau lihat aku menangis dalam diam, apa yang akan kau lakukan ?
“Tak akan ku beri kau senyuman, tak akan ku beri kau amarah. Aku hanya akan memelukmu…mendekapmu…hingga air matamu berhenti mengalir. Hingga tubuhmu berhenti bergetar. Hingga hatimu berhenti bersedih. Dan aku akan terus mendekapmu… tak akan ku lepas lagi. Karena tak kan kubiarkan kau menangis.”

Bila aku mati dalam pelukanmu, apa kau akan menangis ?
“Tidak sayangku. Aku tak kan tangisi kepergianmu. Aku sungguh jatuh cinta padamu. Tapi cinta-Nya padamu melebihi cinta mahluknya yang mana pun. Mungkin kan ku cemburui kepergianmu.”

Tersenyum aku dalam hati
T’lah datang dia yang ku nanti
Mengapa harus kusimpan amarah
Mengapa harus kusimbah airmata
Dia mampu buatku tersenyum

Karena ….

“Aku pun mencintaimu”

Apa pantas kuberharap cinta

In Me and MySelf on 28 August 2009 at 7:58 am

Kau sudah katakan…”Tak kan kuberi cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan hamba-Ku”

Tapi selalu saja aku bertanya “Kenapa Tuhan…kenapa begini…?”

Aku tahu Kau selalu mendengarkan karena Kau Maha Mendengar
Tapi aku…
Mengeluh saja yang aku bisa

Kemarin aku tak bisa menemukan apa yang aku cari, padahal aku sangat membutuhkannya untuk hari ini … aku mengeluh … “Tuhan, aku harus bagaimana lagi. Aku lelah mencari…!!”

Hari ini pekerjaanku begitu sibuknya hingga tak sempat aku bersenda gurau dengan sahabat…aku mengeluh…”Tuhan, kenapa berat sekali hari ini…!!”

Terfikir olehku perjalanan pulang hari ini, terbayang padatnya jalanan sore nanti, padahal aku ada temu janji karena temanku merayakan lahirnya…aku mengeluh…”Ya ampun, tiap hari harus macet-macet…tua dijalan…be-te banget…!!”

Aku mengeluh…atas apa yang terjadi kemarin
Aku mengeluh…untuk yang kulalui hari ini
Aku mengeluh…untuk hal yang bahkan belum terjadi

Tuhan…Kau tak pernah mengeluh jika aku jauh dari Mu
Kau tak pernah mengeluh jika aku lupa pada Mu

Kau beri aku hari yang indah saat bangun pagi tadi…udara sejuk…sinar matahari…suara alam
Kau beri aku sahabat yang indah…menghiburku…mendengarkanku…tersenyum padaku
Kau beri aku nikmat melewati sisa hari ini…

Nikmat mana yang pantas aku dustai, Tuhan…??
Apa pantas aku terus mengeluh…??
Apa pantas aku berharap cinta Mu…??

….

..
.
Tuhan…ampuni aku, cintai aku…
Kumohon terimalah taubatku…
Selain pada Mu…pada siapa aku memohon

HATI INI INGIN BERTERIAK AGAR KAU DENGAR….
TAPI…
KAU PASTI BISA MENDENGARKU WALAU AKU BERBISIK DIANTARA TANGISKU HARI INI
senin, 07-07-09

Dear, Somebody…

In Dear Diary on 28 August 2009 at 7:54 am

Dear, somebody

Aku sedih…
Aku terluka…
Aku …
hhh…

Pernah kan ? … di tampar ? .. sakit kah ? hahaha…pertanyaan bodoh seperti apa itu :)
Pernah kan ? … di sumpah serapahi ? .. wow, pasti panas telinga rasanya

Pernah kan ? … di beri label ? … iya, label ?
Heeemm….seperti ini … “dasar anak bandel” …. atau …. “hopeless lah kamu” ..
atau ini…ni….ini….”kamu bisanya apa sih”… (hehehe…yang terakhir ini biasanya ucapan bos kepada anak buahnya)… terus…lagi…dan lagi…bahkan kadang terbawa mimpi … hahaha…

Rasanya gimana ?
Dalem, ya ….

Pernah kan ? dengar kalimat bijak seperti ini ?

“lidahmu lebih tajam dari pedangmu”
itu nasehat rasul untuk kita, anak-anak adam

Pedang saja bisa memisahkan ruh dari raganya….
Lantas…apa yang sanggup di pisahkan oleh lidah ?

(..tiba-tiba teringat aku satu pelajaran silam …)

“seseorang (tanpa disadari ) akan bertingkah laku sebagaimana label yang diberikan olehnya”

kamu setuju tak ?
tanpa kita sadari…ucapan akan menjadi mantra….bim sala bim…abrakadabra…alakazam….
terjadilah …

… tanpa sadar kalimat terlontarkan
… tanpa sadar kalimat itu tajam melukai
… ada bekas yang ditinggalkan … jauh didalam sana
… tanpa sadar benak menyimpan nya dalam ruang yang paling dalam
… tanpa sadar tubuh diperintah untuk kemudian
… terjadilah

terpikir kan ? apa yang sanggup di pisahkan oleh lidah ?

dear, somebody

tak salahkan aku bersedih
tak dosakan aku terluka
aku …
hhh …

aku sedang diajar …
belajar berbesar hati
tapi hatiku tak seluas samudra

tengadahku pada langit … luas …
ada bintang berkedip mata
hatiku pun tak seluas langit

aku tak ingin menjadi super … aku tak ingin menjadi ‘wah’ … aku tak ingin menjadi hebat …
aku hanya ingin jadi biasa … yang bisa karena terbiasa

boleh kan aku menjadi yang biasa saja

14 juli 2009
tertimbun dalam tesis
di petakan mungil
sendiri

..
…nelangsang…

Hujan Merah Jambu

In Me and MySelf on 28 August 2009 at 7:52 am

Kawan…

Sore ini hujan turun …Lama hujan tak datang
Baru ku sadari betapa merindu aku pada hujan

Hujan yang riang … Hujan yang lembut … Hujan yang sentimentil

Kawan…

Apa disana ragamu basah …Aku basah disini
Kubiarkan hujan memelukku
Kubiarkan hujan merasakan rinduku

Setiap tetesnya meresap dalam poriku
Antara aku dan hujan …Tak ada penghalang … Hanya aku dan hujan
Aku basah di sini

Bisa kah kau rasa, kawan ?

Lelahku luruh … penatku luntur … hilang terbasuh hujan …
Sebait doa terucap … tiada yang menghalangi permohonanku saat itu
Apakah kau juga memohon, kawan ?

Tak perlu takut pada hujan … jangan lari dari hujan … jangan rutuki datangnya hujan …
Dalam hujan ada nikmat … dalam hujan ada rahmat …
Nikmat mana lagi yang harus kita dustai, kawan ?

Peluk hujan, kala ia datang … basahi ragamu … basahi jiwaku … basahi kita
Tengadah ke langit …Pejamkan matamu … nikmati setiap tetesnya
Puji nama-Nya untuk setiap tetes yang luruh mencium bumi
Bisikkan sebait doa …

Sore ini … hujan pergi sebelum aku kuyup

Aku akan rindukan hujan
Hujan merah jambu

DOA DI KALA HUJAN
Allahumma Shayyiban Naafian

Ya Allah, Turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman, dan binatang)

Doa yang tidak pernah di tolak : doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan
[Mustadrak Hakim dan disahihkan oleh Adz-dzahabi 2/113-114. Di sahihkan oleh Albani dalam Shahihul Jami' N0.3078]

Ref: http://sunniy.wordpress.com

Surat Cinta untuk Kakanda

In Me and MySelf on 28 August 2009 at 7:41 am

Assalamualaikum Kanda
Apa kabarmu ?

Lama aku menunggu .. kau tak kunjung hadir disini …
Selalu bertanya hatiku, dimana gerangan kanda berada …

Kutanya lautan … di tepiannya ku berdiri … buih datang menghampiri dan hilang … senyap
Kutanya langit … di ujung pelangi aku menanti … sepi
Hanya Dia yang tahu

Menantimu…
Ku sandarkan hatiku pada-Nya, menjaga suci hati ini hingga saatnya kau pinang aku

Menantimu…
Ku rajut doa dalam hening, memuja-Nya yang menganugrahkan cinta dalam hati, untukmu

Menantimu…
Ku ukir nama-Nya disetiap langkah, menghiasi setiap jengkal ragaku dengan tawadhu, agar tak ada keraguan dihatimu saat menjemputku

Menantimu…
Adalah hal terindah yang tak ingin ku nodai hingga tiba waktunya aku berdiri disisimu
Aku penyejuk matamu
Aku penawar rindumu
Aku penajam fikiranmu
Disaat kau lupa, aku mengingatkan

Aku tongkat si buta bagimu kala kau kehilangan

Aku pelipur lara kala kau gundah

Kanda, apa kabarmu ?

Aku masih menanti disini …
Siapapun dirimu … Dimanapun engkau kini …
Kutuliskan surat cinta ini agar kau tahu, aku ada disini … menantimu

Datanglah tanpa sedikitpun keraguan

24 Juli 2009
di bawah pohon rindang

Salemba, Jakarta …
Di terpa sinar sore hari, hangat

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.