sofamerah

Archive for February, 2010|Monthly archive page

Apa pantas berharap cinta

In Dear Diary on 18 February 2010 at 7:00 am

Kau sudah katakan…”Tak kan kuberi cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan hamba-Ku”

Tapi selalu saja aku bertanya “Kenapa Tuhan…kenapa begini…?”

Aku tahu Kau selalu mendengarkan karena Kau Maha Mendengar
Tapi aku…
Mengeluh saja yang aku bisa

Kemarin aku tak bisa menemukan apa yang aku cari, padahal aku sangat membutuhkannya untuk hari ini … aku mengeluh … “Tuhan, aku harus bagaimana lagi. Aku lelah mencari…!!”

Hari ini pekerjaanku begitu sibuknya hingga tak sempat aku bersenda gurau dengan sahabat…aku mengeluh…”Tuhan, kenapa berat sekali hari ini…!!”

Terfikir olehku perjalanan pulang hari ini, terbayang padatnya jalanan sore nanti, padahal aku ada temu janji karena temanku merayakan lahirnya…aku mengeluh…”Ya ampun, tiap hari harus macet-macet…tua dijalan…be-te banget…!!”

Aku mengeluh…atas apa yang terjadi kemarin
Aku mengeluh…untuk yang kulalui hari ini
Aku mengeluh…untuk hal yang bahkan belum terjadi

Tuhan…Kau tak pernah mengeluh jika aku jauh dari Mu
Kau tak pernah mengeluh jika aku lupa pada Mu

Kau beri aku hari yang indah saat bangun pagi tadi…udara sejuk…sinar matahari…suara alam
Kau beri aku sahabat yang indah…menghiburku…mendengarkanku…tersenyum padaku
Kau beri aku nikmat melewati sisa hari ini…

Nikmat mana yang pantas aku dustai, Tuhan…??
Apa pantas aku terus mengeluh…??
Apa pantas aku berharap cinta Mu…??

….

..
.
Tuhan…ampuni aku, cintai aku…
Kumohon terimalah taubatku…
Selain pada Mu…pada siapa aku memohon

HATI INI INGIN BERTERIAK AGAR KAU DENGAR….
TAPI…
KAU PASTI BISA MENDENGARKU WALAU AKU BERBISIK DIANTARA TANGISKU HARI INI
senin, 07-07-09

Kutemukan secarik kertas…

In Dear Diary on 18 February 2010 at 6:59 am

Disini…diantara lembaran usang yang menguning…yang aku pun lupa

Kadang aku berfikir … aku tak mau berfikir

Sering aku katakan … jangan ucapkan satu kata pun

Dalam diam aku berbisik….ssst…biarkan hening

Hujan tadi singgah
Sejuk masih ingin tinggal
Sepi bahkan terus menetap..tak mau pulang
Disini rumahku, katanya
Padamu kembaliku, teriaknya
Aku tak kan pernah meninggalkanmu, sumpahnya

Tapi
Aku ingin riuh
Aku ingin ramai

Bagaimana denganmu, Sepi ?

5 juni 2007
15:00

Keu

Buku Kafe – Margonda

Belajar menghilang….

In Me and MySelf on 18 February 2010 at 6:58 am

Somewhere in my place
Somewhere in my space

Satu satunya yang ingin kulakukan saat ini adalah “tidak melakukan apa-apa”…aku kehilangan ingin…aku kehilangan hendak…aku kehilangan aku…membatu…membeku…hanya diam…tidak melakukan apa-apa…

time out untuk sel abu-abu…semrawut…kusut…terajut…menghilang…tak tahu menghilang kemana…

selalu ada yang menemukanku…dibalik bebatuan…diantara dedaunan…ditengah lautan…dibisik angin…ibuku mengajarkan aku segala hal…ayahku melatihku semua hal…kecuali satu hal…mereka lupa beritahu aku bagaimana caranya menghilang…terjebak…tersesat…antara ada dan tiada…

365 hari kurang 26 hari…dan aku masih disini…sendiri…menikmati titik-titik diatas kertas ini…tetap belajar bagaimana caranya menghilang…kurang 26 hari…apa aku masih akan tetap menjadi titik…

“titik adalah awal dari segalanya”…entah kata siapa…
“titik adalah penanda akhir perhentian”…entah kata siapa juga…
bagiku titik adalah antara ada dan tiada…

Aku masih ingin hilang

Keu
14 desember 2007
Buku kafe-margonda
entah apa yang aku pikirkan saat itu…

Mama bilang…

In Dear Diary on 18 February 2010 at 6:56 am

Mama bilang begini…. “aku idamkan kelahiranmu, putri mungilku….memenuhi kerinduanku pada tangisan dan sejejer popok dijemuranku”.
Disinilah aku kini, merindu…

Mama bilang begini…. “pergilah jauh, sejauh kamu mau dan mampu…lihatlah dunia diluar sana…jangan terpaku disini”.
Disinilah aku kini, merindu…

Mama bilang begini….”kalau kamu sedang tak disibukkan dengan duniamu, matahatiku….sibukkanlah fikiranmu…hatimu…lidahmu…dengan tasbih, tahmid, tahlil, takbir….aku tak bisa wariskan padamu kecuali nasihat ini”.
Disinilah aku kini, merindu…

Mama bilang begini….”kalau aku pergi, jangan menangis ya, intan permataku”.
Dan aku hanya bisa berdiri disini, merindu…

warisan termegah yang aku miliki

Aku bukan AKU

In Me and MySelf on 18 February 2010 at 6:53 am

Bila tiba masa ku
Aku tak mau seorang pun mengganggu
Tidak juga kau

Aku bukan binatang jalang. Walau aku dari kumpulan terbuang.
Aku bukan AKU. Aku…..
….
..
.

Aku adalah kau
Aku adalah dia
Aku adalah mereka

Aku lukai diriku. Lukai kau. Lukai dia. Lukai mereka.
Aku cintai diriku. Cintai kau. Cintai dia. Cintai mereka.
Aku lupakan diriku. Lupakan kau. Lupakan dia. Lupakan mereka.
Aku benci diriku. Benci kau. Benci dia. Benci mereka.

Jiwaku milik-Nya. Jiwamu milik-Nya. Jiwanya milik-Nya. Jiwa mereka milik-Nya.

Aku tak mau hidup 1000 tahun lagi.
Hanya untuk menyaksikan….

Aku lukai diriku. Lukai kau. Lukai dia. Lukai mereka.
Aku cintai diriku. Cintai kau. Cintai dia. Cintai mereka.
Aku lupakan diriku. Lupakan kau. Lupakan dia. Lupakan mereka.
Aku benci diriku. Benci kau. Benci dia. Benci mereka.
….

Bangunkan aku bila september berakhir
meracau tak berkesudahan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.